Civic Education
Jumat, 10 Mei 2013
Kamis, 02 Mei 2013
Teori Kebudayaan Van Peursen
Dalam teori kebudayaan C.A Van Peursen, perkembangan budaya manusia
dibagi menjadi tiga tahap, yaitu mitis, ontologis, dan fungsionalis.
C.A van Peursen (1976) mengajukan
bahwa kebudayaan terdiri dari tiga dimensi yaitu mitis, ontologis, dan
fungsional. Dalam dimensi mitis, relasi manusia dengan lingkungannya bersifat
terbuka. Pada dimensi ontologis, relasi manusia dengan lingkungannya bersifat
tertutup. Dan pada dimensi fungsional, relasi manusia dengan lingkungan
bersifat partisipatif.
Dimensi mitis ditandai oleh
manusia yang merasa dirinya dikelilingi oleh gaya tak terlihat disekitarnya.
Dimensi mitis disebut juga pandangan ekosentris dimana manusia berintegrasi
dengan alam dan dikendalikan oleh alam.
Dimensi ontologis ditandai oleh
manusia yang tidak lagi hidup dalam kekuasaan mitis namun bebas untuk memeriksa
apapun. Dimensi ontologis disebut juga pandangan antroposentris dimana manusia
bersifat asertif dan mengendalikan alam.
Dimensi fungsional ditandai oleh
sikap dan kondisi pikiran yang tidak lagi terkesan dengan sekitarnya, tidak
lagi mengambil jarak dengan objek, namun ia ingin membentuk hubungan terhadap
segala hal dalam lingkungannya. Dimensi ini diidentifikasi sebagai kebudayaan
modern.
GLOBALISASI
Bagian1
4.1 Mendeskripsikan proses, aspek
dan dampak globalisasi dalam kehidupan berbangsa dan negara.
PROSES, ASPEK DAN DAMPAK GLOBALISASI DALAM KEHIDUPAN BERBANGSA DAN
NEGARA.
Pengertian Globalisasi
Globalisasi
berarti suatu proses yang mencakup keseluruhan dalam berbagai bidang kehidupan
sehingga tidak nampak lagi adanya batas-batas yang mengikat secara nyata.
Menurut
Kamus Bahasa Indonesia, Globalisasi adalah proses masuk ke ruang lingkup dunia.
Globalisasi berasal dari kata globe/global yaitu dunia atau bola dunia. Dapat pula diartikan sebagai hal-hal kejadian
secara menyeluruh dalam berbagai bidang
kehidupan sehingga tidak tampak lagi batas-batas yang mengikat secara nyata.
- Malcolm Waters, Globalisasi adalah sebuah proses sosial yang berakibat bahwa pembatasan geografis pada keadaan sosial-budaya menjadi kurang penting, yang terjelma di dalam kesadaran orang.
- Emmanuel Ritcher, Globalisasi adalah jaringan kerja global yang secara bersamaan menyatukan masyarakat yang sebelumnya terpencar-pencar dan terisolasi ke dalam saling ketergantungan dan persatuan dunia.
- Thomas L. Friedman, Globalisasi memiliki Dimensi Ideologi dan Teknologi. Dimensi Ideologi, yaitu kapitalisme dan pasar bebas, sedangkan Dimensi Teknologi adalah teknologi informasi yang telah menyatukan dunia.
- Princeton N. Lyman, Globalisasi adalah pertumbuhan yang sangat cepat atas saling ketergantungan dan hubungan antara negara-negara di dunia dalam hal perdagangan dan keuangan
- Leonor Briones, Demokrasi bukan hanya dalam bidang perniagaan dan ekonomi namun juga mencakup globalisasi terhadap institusi-institusi demokratis, pembangunan sosial, hak asasi manusia dan pergerakan wanita.
Selasa, 01 Januari 2013
ANALISIS STANDAR PROSES (Permendiknas Nomor 41 Tahun 2007)
ANALISIS STANDAR PROSES
(Permendiknas Nomor 41 Tahun 2007)
A.
Deskripsi
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia
Nomor 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses untuk satuan Pendidikan Dasar dan
Menengah merupakan bentuk pelaksanaan dari ketentuan pasal 24 Peraturan
Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia
Nomor 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses untuk satuan Pendidikan Dasar dan
Menengah ini lebih dikenal dengan sebutan Standar Proses.
Standar proses adalah standar nasional pendidikan yang
berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran pada satuan pendidikan untuk mencapai
kompetensi lulusan. Standar proses berisi kriteria minimal proses pembelajaran (perencanaan
proses pembelajaran, pelaksanaan proses pembelajaran, penilaian hasil
pembelajaran, dan pengawasan proses pembelajaran) pada satuan pendidikan dasar
dan menengah di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Standar proses ini berlaku untuk jenjang pendidikan dasar dan menengah pada
jalur formal, baik pada sistem paket maupun pada sistem kredit semester.
Selasa, 09 Oktober 2012
BELAJAR
Masalah-masalah intern belajar
Dalam
interaksi belajar mengajar ditemukan bahwa proses belajar yang dilakukan oleh
siswa merupakan kunci keberhasilan belajar. Proses belajar merupakan aktivitas
psikis berkenaan dengan bahan belajar.
Aktivitas
mempelajari bahan belajar tersebut memakan waktu. Lama waktu mempelajari
tergantung jenis dan sifat bahan dan juga kemampuan siswa. Jika bahan
belajarnya sukar dan siswa kurang mampu maka dapat duduga bahwa proses belajar
memakan waktu yang lama, begitu juga sebaliknya aktivitas belajar dialami oelh
siswa sebagai suatu proses yaitu proses belajar sesuatu.
Faktor-faktor yang ada dalam masalah belajar
Faktor intern, yang dialami dan dihayati oleh siswa yang berpengaruh pada
proses belajar sebagai berikut :
- Sikap terhadap belajar.
- Motivasi belajar: Motivasi belajar merupakan kekuatan mental yang mendorong terjadinya proses belajar.
- Konsentrasi belajar : Konsentrasi belajar merupakan kemampuan memusatkan perhatian pada pelajaran. Pemusatan perhatian tersebut tertuju pada isi bahan belajar maupun proses memperolehnya.
- Mengolah bahan belajar
- Menyimpan perolehan hasil belajar: Kemampuan menyimpan tersebut dapat berlangsung selama waktu pendek dan waktu lama. Kemampuan menyimpan dalam waktu pendek berarti hasil belajar cepat dilupakan. Sedangkan kemampuan menyimpan waktu lama berarti hasil belajar tetap dimiliki siswa. Pemilikan itu dalam waktu bertahun-tahun bahkan sepanjang hayat.
- Menggali hasil belajar yang tersimpan
- Kemampuan berprestasi atau unjuk hasil belajar.
Rabu, 19 September 2012
PENGERTIAN, FUNGSI, DAN TUJUAN NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA (NKRI)
Pengertian Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)
Negara Kesatuan Republik Indonesia merupakan Negara kesatuan. Ketemtuan bahwa Negara Indonesia berbentuk Negara kesatuan dapat kita temukan dalam pasal 1 UUD 1945, yang berbunyi : Negara Indonesia adalah Negara kesatuan yang berbentuk republik. Ketentuan ini diperkuat oleh pasal 18 UUD 1945 ayat 1, yang menyatakan bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia dibagi atas daerah-daerah provinsi dan daerah provinsi itu dibagi atas kabupaten dan kota, yang tiap-tiap provinsi, kabupaten, dan kota mempunyai pemerintah daerah, yang diatur dengan undang-undang.
Negara Kesatuan yang dipilih adalah negara kesatuan dengan sistem desentralisasi. Mengenai asas desentralisasi, dalam UU disebutkan bahwa desentralisasi adalah penyerahan wewenang pemerintahan oleh pemerintah pusat kepada daerah otonom dalam kerangka Negara Kesatuan RI
PERANGKAT PEMBELAJARAN (PART II)
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
RPP dijabarkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan belajar peserta didik dalam upaya mencapai KD. Setiap guru pada satuan pendidikan berkewajiban menyusun RPP secara lengkap dan sistematis agar pembelajaran berlangsung secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik.
RPP disusun untuk setiap KD yang dapat dilaksanakan dalam satu kali pertemuan atau lebih. Guru merancang penggalan RPP untuk setiap pertemuan yang disesuaikan dengan penjadwalan di satuan pendidikan.
Langganan:
Postingan (Atom)

